Menu Tutup

Apa Rahasia Teknik NLP Yang Selalu Sukses?

Apa Rahasia Teknik NLP Yang Selalu Sukses?

Menjalankan teknik NLP (Neuro Linguistic Programming) bagi pemula kadang sering mengalami kegagalan. Meskipun jam terbang praktik tinggi, kadangkala kegagalan sering terjadi ketika tengah menangani pasien. Terutama bagi anda yang menggunakan teknik hypnosis untuk mengobati pasien.

Sejak awal dikembangkan oleh Dr. Richard Bandler dan Leslie-Cameron Bandler, NLP terus dilakukan pengembangan agar mendekati kesempurnaan. Banyak kasus, dengan teknik yang sama telah berhasil dilakukan pada ratusan bahkan ribuan orang namun pada orang tertentu justru mengalami kegagalan. Hasil studi lanjutan dari berbagai subyek menunjukkan bahwa ada orang-orang spesial yang melakukan proses penyaringan, proses dan mengurutkan informasi dengan cara berbeda.

Hasil penelitian dari Leslie menunjukkan bahwa setidaknya terdapat 60 faktor yang mempengaruhi proses penerimaan informasi seseorang. Ke-60 faktor ini kemudian dikenal dengan istilah metaprogram yang merupakan turunan 2 proses universal pikiran yaitu deletion, generalisation dan distortion.

Secara garis besar, metaprogram didefinisikan sebagai cara seseorang melakukan proses, filter dan pengurutan informasi yang akan membentuk internal hingga perilakunya. Metaprogram ini akan memutuskan apa yang diperhatikan dan yang tidak oleh seseorang dan dikendalikan oleh alam bawah sadar. Arti kata “Meta” adalah di atas, sehingga dikenal sebagai program yang di atas atau melampaui program lain.

Lalu apa yang harus dilakukan oleh seorang praktisi NLP agar bisa menakukan metaprogram ini?

Praktisi NLP wajib mengetahui metaprogram pasien atau kliennya dengan cara membaca saat membentuk rapport building. Jika dia sudah bisa mengetahui lebih dini maka langkah selanjutnya bisa menjalin keselarasan dengan metaprogram pasien atau klien.

Contoh sederhana yang paling dikenal dari metaprogram ini adalah arah motivasi. Yaitu cara seseorang untuk memotivasi dirinya sendiri agar bisa mengejar sesuatu, atau terhindar dari sesuatu.

Misal :

  • Ridwan termotivasi belajar karena dia ingin tahu segala hal (moving toward to)
  • Ridwan termotivasi belajar karena dia tidak ingin dikucilkan di kelas (moving away from)

atau bisa juga :

  • Robert termotivasi membeli smarphone agar bisa memanfaatkan fiturnya (moving toward to)
  • Robert termotivasi membeli smarphone agar tidak dianggap jadul atau kuper. (moving away from)

Jika sebagai praktisi NLP anda berfikir teknis terhadap kasus Ridwan, maka anda tentu akan mengguakan teknik Swish pattern tanpa melihat faktor lainnya. Keputusan ini karena kebanyakan praktisi cenderung menggunakan moving forward away from. Namun jika ternyata Ridwan berpola Moving toward to maka hasilnya kemungkinan gagal karena arah motivasinya terbalik atau tidak sejalan dengan Ridwan.

Meski demikian, metaprogram bukanlah watak atau sifat permanen melainkan kecenderungan yang kadang terjadi, bukan pula kepribadian. Bisa jadi dalam konteks tertentu seseorang berbeda pola pikirnya. Untuk itu sebelum menanamkan gagasan pada klien, pastikan anda mengetahui pola pikirnya terhadap gagasan tersebut. Jika anda melakukan dengan benar pasti akan berhasil.

Buku NLP Highly Effective Selling
Buku NLP Highly Effective Selling Klikmanagement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: